6 Fakta ini menunjukan bahwa Ibu Kota Lebih Kejam Dari Pada Ibu Tiri


Ibu tiri memang dikenal kejamnya oleh semua orang, entah mengapa itu bisa menjadi label yang sangat tidak baik untuk mereka padahal setau saya tidak semua ibu tiri memiliki label “kejam”.

Mungkin karena kasih sayangnya tidak selembut ibu kandung, dan cara memperlakukan anaknya yang tidak setulus ibu kandung, cara membagi waktunya tidak seadil ibu kandung, terlebih ibu tiri yang hanya mengincar harta ayah kandung kita, mungkin dia hanya sayang terhadap anak tirinya dihadapan ayah saja, namun dibelakang itu dia berubah menjadi macan yang sedang berburu dihutan rimba.

Hal ini dibuktikan dengan munculnya film yang menggambarkan bahwa ibu tiri memang sangat kejam, dalam film “Ratapan Anak Tiri” (film 1973) misalkan, disana digambarkan kejamnya ibu tiri yang tega mengusir anak tirinya sendri, membuat mereka terlantar dijalanan mencari ayah handanya yang entah dimana.

Hal ini memang saya rasakan, meski kejamnya tida seperti yang saya gambarkan diatas, meski saya tinggal bersama ibu tiri, beliau tidak segalak yang mereka pikirkan, kasih sayangnya saya rasakan seperti ibu kandung saya sendiri, namun ketulusannya tidak sampai hati saya yang terdalam.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Namun setelah saya beranjak pergi dari rumah untuk berkelana (saya gak diusir ibu tiri saya, namun ini keinginan saya), dan saya pergi menuju ibu kota, Jakarta. Seperti yang sudah dikenal banyak orang, mungin sudah dikenal dunia, karena yang hidup dijakarta bukan hanya penduduk asli Jakarta namun banyak juga pendatang dari luar kota bahkan dari luar Negeri, bahwa ibu kota Jakarta sangat memiliki karakter yang keras, banyak yang mengatakan bahwa “Jakarta itu keras, orang yang datang ke jakarta tanpa skill itu nihil”.

Pernyataan diatas memang saya rasakan sendiri, setelah genap 2 tahun saya tinggal dijakarta, berikut ini kekerasan Ibu Kota yang saya rasakan lebih kejam dari pada ibu tiri saya:

1. Tidak ada toleransi, barang siapa yang lebih kuat, dia yang lebih berkuasa.

Jangan berharap bisa hidup nyaman dijakarta tanpa sebuah skill yang membentengi dirimu, karena hidup dijakarta tanpa skill itu nihil, ini tidak ada toleransi lagi, karena Jakarta bukan kota untuk berleha-leha, namun sebuah kota yang dituntut seluruh penduduknya untuk bergerak dan mencari kehidupanya masing-masing.

Barang siapa yang lemah, dia akan tergeser dan terkalahkan tanpa belas kasih, oleh karena itu banyak kekejaman moral yang menimpa penduduk bawah yang tidak memililki kekuasaan dan kekuatan, mungkin mereka yang duduk dikursi goyang tidak pernah merasakan keadaan seperti ini, namun hal ini kerap dirasakan oleh orang-orang bawah yang tak memiliki apa-apa.

2. Hingga saat ini, belum ada solusi yang manjur untuk mengatasi kemacetan.

Kemacetan sudah menjadi makanan sehari-hari penduduk Jakarta, sepertinya kalau tidak macet itu bukan Jakarta, seakan ini menjadi icon kota yang tak mungkin untuk dirubah, meski belakangan ini ada program Ganjil dan Genap, namum belum menjadi solusi yang tepat untuk mengusir kemacetan di Ibu Kota.

Bagaimana tidak, Jakarta menjadi sumber segala kegiatan di Negara Indonsia, mulai dari budaya, politik, ekonomi, sehingga lalu lintas tikad ada padamnya setiap waktu, hal ini yang membuat padatnya penduduk di Ibu Kota.

3. Jakarta tak punya gunung. Sangat sulit untuk merasakan hawa sejuk yang alami di Jakarta.



Pencemaran udara, masih menjadi ancaman bagi warga Jakarta. Beberapa kalangan memastikan, pencemaran itu banyak dihasilkan dari kendaraan pribadi.

Dilansir dari Detik.com. berdasarkan hasil riset yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, kadar polusi udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) saat ini sudah mencapai taraf berbahaya. 

Terbukti dengan ditemukannya jejak polutan di 200 sampel penduduk Jabodetabek. “Sudah terdeteksi ada di biomarker (urine dan darah, red). Jadi kalau sudah ada di biomarker itu sudah pertanda, walaupun memang secara gejala belum begitu ketara,” paparnya.

4. Sampah menjadi permasalahan yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat Jakarta.



Seperti yang dilansir kompas.com. Hal tersebut berdasarkan infografis permasalahan dari laporan-laporan warga yang masuk melalui aplikasi media sosial, Qlue.

Dari infografis tersebut, keluhan mengenai sampah mencapai 24,1 persen, disusul pelanggaran dengan 16 persen, fasilitas umum dengan 12,7 persen, parkir liar dengan 9,1 persen, dan kemacetan dengan 7,4 persen.

5. Kebebasan tak terkendali dan unjuk kekuatan anarkis.


Secara keseluruhan, DKI Jakarta pun selalu menempati urutan tertinggi kekerasan anak selama lima tahun terakhir. Sementara untuk tingkat kekerasan terhadap perempuan, DKI juga menempati posisi pertama sejak sepuluh tahun terakhir.

"DKI Jakarta untuk kasus perempuannya itu untuk sepuluh tahun terakhir selalu tertinggi di Indonesia. Kalau masalah kekerasan anak itu sebenarnya fluktuatif tapi DKI lagi-lagi jadi wilayah kekerasan tertinggi," Margaretha. 

6. Ancaman banjir terjadi hampir diseluruh wilayah Jakarta.


Bencana banjir seringkali terjadi melanda daerah-daerah Indonesia, terutama Jakarta. Penyebab banjir terutama karena meluapnya sungai akibat curah hujan yang tinggi. Selain luapan, juga akibat genangan air yang menumpuk sulit meresap ke tanah apalagi pada saat sungai dan gorong-gorong terpenuhi air semua pasti terjadi banjir. Namun dibalik terjadinya banjir banyak faktor-faktor penyebab banjir akibat ulah manusia.

seperti halnya maccet di Jakarta, banjir pun belum ada solusi yang tepat yang mampu membendung kerasnya terjangan banjir di setiap wilayah Jakarta.

demikian hanya beberpa bukti bahwa Ibu Kota lebih kejam dari pada Ibu Tiri, masih banyak hal yang belum saya ulas disini, mungkin sobat semua sudah lebih hapal polemik yang terjadi di Jakarta ini, terutama penduduk asli Jakarta yang sudah lama tinggal disini.

Biarkan orang berkata cita-citamu terlalu besar, mungkin cara mereka berpikir terlalu kecil, hidupmu bukan tanggungan orang lain, maka jangan takut untuk berproses menjadi pribadi yang lebih dewasa

Thanks for your visiting
EmoticonEmoticon