MISKIN ATAU KAYA ADALAH UJIAN

miskin atau kaya

Temen-temen kembali lagi bersama saya, memang kita tak saling mengenal akan tetapi kita akan selalu ada dalam lingkaran keluarga, saudara karena seorang yang beriman mereka adalah bersaudara dimanapun dia berada, bagaimanapun keadaannya, miskinkah, kayakah, pejabatkah, penganggurankah kita akan tetap menjadi saudara yang memiliki tali silaturahmi yang kuat dan erat.

temen-temen, siapa sih yang tidak ingin kaya, memiliki harta yang melimpah, mobil mewah, rumah megah, perhiasaan yang berwarana warni bagai pelangi? hehe

saya kira kita semua ingin itu semua kita miliki dan mungkin ada sebagian orang yang orientasi hidup di muka bumi ini adalah materi tanpa berpikir bagaimana cara untuk kita selamat dari api neraka,,naaaah,, hati-hati kawan kadang harta, tahta dan jabatan akan menjadi sebuah fitnah untuk kita, akan menjadi malapetaka yang akan menjerumuskan kita kedalam jurang kenistaan,,hiiih sereeem. 

Bukan berarti kita tidak boleh untuk mencri harta di dunia yang fana ini bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk menjadi seorang yang kaya, kita harus mempersiapkan hidup untuk dunia dan akhirat, Rasulullha bersabda`:

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا

"bekerjalah untuk duniamu seakan engkau hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan engkau akan mati esok hari"

Bekerjalah semaksimal mungkin untuk mencari kekayaan dunia tapi kita jangan lupa harta yang kita sedang kumpulkan itu tidak akan kita bawa mati, juga jangan lupa kehidupan dunia itu hanyalah sementara hanya tempat singgah sebentar saja, 

namun untuk saat ini materi itu sangat penting karena kehidupan manusia tidak akan maksimal tanpa matri meski materi itu bukan lah segalanya, banyak orang yang beranggapan bahwa hidup tanpa materi bagai orang mati, 

padahal tidaklah demikian tanpa materi pun kita masih bisa hidup, namun, seperti yang saya katakan tadi, hidupnya tidak akan maksimal. Tenatunya, pasti ada banyak cara untuk menuju atau untuk mendapatkan materi yang berbentuk finansial atau harta kekayaan lainnya. Rasul pernah berkata :

انت اعلم بامور دنيك

"kamu lebih tau urusan duniamu"

Rasul pun menyerahkan hidup di dunia ini kepada masing-masing kita agar bebas bergerak, tentunya sesuai dengan ajaran yang telah beliau ajarkan. 

Jikaa beliau Salallahu Alaihi wasalam pun bekerja keras untuk menacari materi dengan menggembala kambing, mengapa kita tidak sebagai pengikutnya? 

betapa bijaknya Beliau Salallahu Alaihi wasalam dalam bekerja beliau tidak pernah ada rasa gengsi, malu atau minder , tidak pernah pialah- pilih pekerjaan yang penting esensi dari pekerjaan itu adalah barokah dan orientasinya adalah ridho Allah SWT.


Akhi fillah, satu hal yang harus selalu kita ingat, semua harta yang kita cari, kita kumpulkan, kita banggakan, kita pamerkan adalah sebuah titipan dari pemilik sesungguhnya yaitu Allah SWT, kita harus sadar harta titpan tidak akan pernah kita miliki selamanya, 

suatu ketika atau suatu saat akan ada masa dimana sang pemiliknya akan kembali mengambil hartaya, dan kita sebagai orang yang dititipakan harus ikhlas, rela, lapang dada untuk mengembalikan harta tersebut apapun itu, mobil mewahkah, rumah megahkah, dan harta yang melimpah, 

bagaimana cara Allah mengambil hartaNya, yaitu dengan cara yang Dia inginkan, hilangkah, Rusakkah, ataupun dengan cara yang lain yang Dia kehendaki. semua itu tidak terjadi hanya kepada harta yang kita miliki, bisa terjadi kepada semua yang kita miliki seperti tahta, jabatan, anak-anak yang cantik, istri yang cantik, dan lain sebagainya. 

suatu saat itu semua akan lenyap dari tangan kita semua, oleh karena itu ketika semuanya hilang kita harus dengan lapang dada untuk menerimanya, bukan kah ini semua telah dicontohkan oleh nabi kita Ayyub Alihissalam dimana harta, tahta, jabatan, anak, istri semua hilang dan meniggalkan beliau, 

bahkan beliau terkena penyakit kusta bertahun- tahun, tapi apakah beliau mengeluh, marah, stres, depresi, mabuk, judi setelah semuanya hilang dari tangannya,? 

tidak, beliau sungguh tidak melakukan itu semua bahkan beliu semakin merapatkan diri kepada Allah SWT karena beliau paham bahwa semuanya itu adalah sebuah ujian dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيم

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar"
jika kita telaah secara menditel kita pahami secara perlahan, kaya atau pun miskin adalah sebuah cobaan dari Allah SWT. 

Bagaiman bisa seperti itu, coba perlahan kita kaji sedikit lebiha dalam, seorang yang kaya raya akan harta, apakah dia akan terbebas dari roqobatullah yaitu pantauan Allah? tidak. justru seorang yang memililiki harta yang lebih banyak maka dia akan dipertanyakan lebih banyak pula daripada seorang yang sederhana. rasulallah SAW.bersabda:

Sesungguhnya uang dinar dan dirham ini telah membinasakanorang-orang sebelum kamu dan di masa yang akan datang pun akan membinasakan.(HR. Ath-Thabrani)

dengan harta yang kita miliki mampukah itu semua membawa kita kepada jalan yang lurus, menuju arah yang diridhoi Allah SWT? itu semua tergantung kepada masing-masing kita semua, jika harta yang kita miliki dipergunakan di jalan yang benar menurut Allah maka insyaallah kita akan selamat dari fitnahnya,

seorang yang miskin akan harta bukan berarti dia akan terbebas dari fitnah hidup di dunia dan akhirat karena tidak ada tanggungan akannya, seorang yang miskin akan harta akan lebih banyak godaan dan cobaan baginya yang diberikan tuhan untuk menguji sehebat dan sekebal apa kesabaran yang dia miliki, 

jika dia tergoda dengan bujuk rayu setan maka sangat tipis kesabaran yang dia miliki, namun jika dia sabar melalui itu semua maka dia memiliki pahala yang besar disisi tuhanyya. Allah SWT berfirman :

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.


dari perkataan yang panjang lebar ini kita dapat menyimpulkan bahwa miskin atau kaya adalah ujian dari Allah SWT untuk mengetahui hamba Allah yang mana yang akan pantas mendapatkan hadiah terindah dari Allah SWT yaitu Surganya Allah SWT. 

dan semoga kita semua termasuk hamba Allah yang kaya harta dan kaya hati dan semoga Allah SWT. memudahkan segala urusan kita semua. Amiin

wallahu A`lamu bi Showab. jazakallahu khoiron katsiro.


Biarkan orang berkata cita-citamu terlalu besar, mungkin cara mereka berpikir terlalu kecil, hidupmu bukan tanggungan orang lain, maka jangan takut untuk berproses menjadi pribadi yang lebih dewasa

Thanks for your visiting
EmoticonEmoticon