Sukses tak perlu sempurna

sempurna

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Siapapun teman yang membaca semoga mendapatkan kesuksesan dunia akhirat. Amiin

Memang kita berpikir bahwa Rencana kita akan baik" saja Namun ternyata tuhan memiliki rencana Yang berbeda, kadang kehilangan, keterlambatan, Semua tidak berjalan sesuai dengan Apa yang kita inginkan. Lalu kita menggerutu " mengapa seperti ini?" Coba seperti ini, Aku lelah, bosan, dan lain sebagainya.

Hal yang demikian itu sudah lumrah, sudah menjadi Sunah dalam sebuah kehidupan Bahkan tanpa yang demikian mungkin kita Takkan pernah tahu bahwa hidup itu adalah sebuah perjuangan, sebuah petualangan Yang penuh dengan rintangan, bukit yang tinggi Serta jurang yang amat berbahaya untuk dilalui.

Tapi mengapa banyak orang yang selalu Mencoba-coba untuk melewatinya meski resiko yang akan dihapinya amatlah bersar, tanggung jawabnya begitu berat karena bukan hanya melakukan tapi harus ada rasa untuk menerima resiko dan bertanggung jawab dari setiap langkah yang kita pijakkan di bumi ini. 

Orang yang suka akan tantangan, rintangan, jurang, tebing yang tinggi mereka adalah orang yang suka bertanggung jawab terhadapa apa yang mereka lakuka, karena seorang pengecut dia tak punya nyali jangankan untuk menentang sebuah tantangan untuk melangkah pun dia berpikir seribu kali, dia terlena dengan apa yang dia pikirkan bahwa tantangan yang besar akan berat resiko yang dia harua tanggung.

Padahal hidup adalah sebuah proses, proses untuk lebih baik, lebih maju, lebih giat, lebih sukse lebih dari apa yang kita pikirkan, hidup tanpa gerakan bagai lautan tanpa ombak, bagai air yang tak mengalir dia akan rusan dengan sendirinya.
Imam Assyaf'i berkat

"إني رأيت وقوف الماء يفسده، إن سال طاب وإن لم يجر لم يطب"

"Aku melihat genangan air yang rusak dengan sendirinya, jika dia mengalir dia akan baik dan jika dia diam maka dia akan hancur"


Air yang jernih yang dapat menyegarkan dahaga siapa yang tak tergiur akannya ketika panas menyapa? Semua akan tertuju padanya. Namun jika air itu tiba-tiba dia keruh, kotor, jijik, lalu siapa yang masih akan meminumnya???

Bahkan kita akan menutup hidung karena baunya, kita akan memicingkan mata karen jijik melihatnya. 

Jika kita sandarkan sebuah perumpamaan seorang pecundang tadi, yang dia enggan menajalani hidup ini, sebagai air yang keruh, kotor, jijik masih adakah orang yang akan bersamanya, menemaninya? Saya kira tidak, semua orang akan berkata "untuk apa saya memperjuangkan orang yang tak pernah memperjuangkan dirinya sendiri untuk hidup mandiri". 

Mungkin itu yang kita katakan.
Sahabatku yang akan menjadi orang sukses...
Kita adalah seorang pemenang, seorang yang memiliki jiwa yang besar, tekad yang kuat, cita-cita yang tinggi, oleh karena itu kita jangan kalah hanya dengan semua yang kita inginkan tak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

 ingat!! "Tuhan memberi kita ujian yang lebih besar karena tuhan tahu kita lebih kuat untuk menerima dan lebih kuat untuk menjalaninya"

Soo,,mulai hari ini kita harus mencoba untuk melangkahkan kaki, memijakkan telapak kaki yang butuh akan kesegaran bumi untuk menuju ke masa depan yang lebih cerah, kita harus yakin bahwa di setiap langkah kaki kita yng menuju kepada hal yang baik, jalan akan membentang luas, jika keinginan kita kuat pasti kita bisa menggapainya.

"إذا صدق العظن وضح السبيل"
"Jika keinginanmu kuat jalan akan membentang luas"

Berhenti berpikir hidup itu susah, hidup itu dijalankan bukan dipikirkan, sesulit apapun masalahnya pasti ada seribu cara untuk menyelesaikannya.

Semoga ada manfaatnya kawan ,jangan lupa dishare ke temen-temen, barangkali ada manfaatnya,, thanks yang udah membaca amalkanlah, semoga kita menajdi orang yang sukses dunia akhirat,,,Amiin

Biarkan orang berkata cita-citamu terlalu besar, mungkin cara mereka berpikir terlalu kecil, hidupmu bukan tanggungan orang lain, maka jangan takut untuk berproses menjadi pribadi yang lebih dewasa

Thanks for your visiting
EmoticonEmoticon